Friday, January 4, 2019



KEGIATAN PENGABDIAN MASYARAKAT UNIVERSITAS YARSI
 “Meningkatkan Pengetahuan Warga Tentang Jumantik Mandiri
Di Daerah Kemayoran, Jakarta Pusat”












  





ELLEN PERMATA
1726000121
SEKOLAH PASCASARJANA
PERBANAS BEKASI
2018






KATA PENGANTAR

Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Alloh Yang Maha Kuasa atas karunia dan rahmat-Nya, hingga dapat menyelesaikan makalah Etika dan Hukum Bisnis pada Sekolah Pascasarjana Perbanas Bekasi. Rasa terima kasih saya sampaikan kepada Bapak Dr. Wilfridus B. Elu, M.Si sebagai dosen Etika dan Hukum Bisnis.
Harapan saya semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi para pembaca untuk menambah wawasan dan pengetahuan bagi para pembaca, untuk kedepannya dapat memperbaiki bentuk maupun isi makalah ini menjadi lebih baik lagi. Masukan dari pembaca sangat kami harapkan demi perbaikan makalah berikutnya.
Akhir kata saya berharap semoga makalah tentang Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini dapat memberikan manfaat bagi para pembaca.


  
DAFTAR ISI
JUDUL..............................................................................................................................         1                KATA PENGANTAR...........................................................................................................       
BAB I  PENDAHULUAN.....................................................................................................        4
1.1 Latar Belakang...........................................................................................................       4
1.2 Rumusan Masalah.....................................................................................................       6
1.3 Tujuan Penelitian ......................................................................................................       6
1.4 Manfaat Penelitian………………...................................................................................      6
BAB II KAJIAN TEORI .........................................................................................................      7
2.1 Pengertian Pengabdian Masyarakat.........................................................................      7
2.2 Tujuan Pengabdian Masyarakat................................................................................      8
2.3 Pengertian Demam Berdarah Dengue......................................................................      7
BAB III METODE PENELITIAN.............................................................................................    11
3.1. Sasaran ……………………………………………………………………………………………………….     11
3.2. Target ………………………………………………………………………………………………………….     11
3.3. Pelaksanaan Kegiatan …………………………………………………………………………………      11
3.3. Metode Yang Digunakan ………………………………………………………………………………      11
BAB IV PEMBAHASAN ………………………………………………………………………………………….      14
4.1. Penyusunan bahan presentasi dan metode penyuluhan ………………………………..      14
4.2. Sosialisasi dan Advokasi ………………………………………………………………………………      14
4.3. Penyuluhan ………………………………………………………………………………………………….      15
4.4. Monev Kegiatan …………………………………………………………………………………………..      16
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ....................................................................................      17
3.1. Kesimpulan ………………………………………………………………………………………………….      17
3.2. Saran...........................................................................................................................     18
 DAFTAR PUSTAKA .............................................................................................................     19





BAB I
PENDAHULUAN


  
 1.1. Latar Belakang

   Tugas perguruan tinggi dirumuskan dalam Tridharma Perguruan Tinggi, yaitu penelitian, pendidikan, dan pengabdian kepada masyarakat. Dalam kaitannya dengan visi-misi, Pengabdian masyarakat Universitas YARSI merupakan salah satu misi Universitas YARSI sebagai penggali kebenaran. yaitu memberikan pelayanan kepada masyarakat dan sekaligus membantu mahasiswa untuk mengembangkan kepekaan sosial kepada masyarakat. Kegiatan pengabdian pada masyarakat lebih diarahkan pada pemanfaatan dan penerapan hasil penelitian maupun hasil pendidikan di PT, untuk pemberdayaan dan kesejahteraan masyarakat. Dengan pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat diharapkan mahasiswa/dosen dapat lebih meningkatkan empati, kepedulian, kerjasama secara multidisipliner dan berkontribusi pada daya saing daerah dan nasional, serta mendorong terciptanya learning community. Selain itu, perguruan tinggi juga memiliki kewajiban moral untuk peduli pada kelompok masyarakat yang tertinggal dengan memberdayakan mereka agar dapat mengangkat martabatmereka sendiri.
Berangkat dari latar belakang di atas, maka tampak Lembaga Pengabdian Masyarakt Universitas YARSI (LPM-UY) memiliki standar mutu (sesuai dengan Permendikbud no 49 tahun 2014) tentang kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang selalu dievaluasi dan ditingkatkan secara terus menerus. Mutu suatu universitas dapat dilihat dari perkembangan kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dapat menjadi wadah bagi Universitas YARSI untuk lebih berperan di masyarakat dan merealisasikan misi Universitas YARSI dalam memberikan perhatian pada masyarakat yang kurang berdaya dan tertinggal. Pengukuran keberhasilan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dinyatakan dalam bentuk standar yang harus ditingkatkan terus menerus dari waktu ke waktu sehingga terjadi peningkatan mutu secara berkelanjutan.

 Demam Berdarah Dengue (DBD) ditularkan oleh nyamuk terutama Aedes aegypti, sebagai vektor penular penyakit. Nyamuk Aedes aegypti tersebar luas di daerah tropis dan subtropis dan ditemukan hampir di semua daerah perkotaan, hidup dan berkembang biak di sekitar rumah (Soegijanto, 2004; Depkes RI, 2005b; WHO, 2009).
Kehidupan nyamuk Aedes aegypti sangat dipengaruhi oleh lingkungan, baik biologis maupun fisik. Pengaruh lingkungan biologik, misalnya: air yang lama disimpan dalam kontainer, biasanya akan terdapat patogen dan parasit yang mempengaruhi pertumbuhan larva nyamuk. Sedangkan pengaruh fisik dapat berupa tata rumah, macam kontainer, ketinggian tempat dan iklim (WHO, 2009).
Terjadinya peningkatan kasus DBD setiap tahunnya berkaitan dengan sanitasi lingkungan dengan tersedianya tempat perindukan bagi nyamuk betina yaitu bejana yang berisi air jernih (bak mandi, kaleng bekas dan tempat penampungan air lainnya) (Suhendro, 2006). Kondisi ini diperburuk dengan pemahaman masyarakat yang kurang tentang DBD dan juga partisipasi masyarakat yang sangat rendah, terlihat dari kondisi lingkungan yang buruk dan mempermudah pertumbuhan nyamuk DBD (Depkes RI, 2003).
Depkes RI (2004) telah menetapkan berbagai kebijakan dan program sebagai upaya promotif, preventif dan kuratif untuk mengendalikan kejadian DBD ini, diantaranya melalui PSN 3M, pemeriksaan jentik berkala, larvasida, fogging focus, pengobatan, dan sebagainya.
Selama tahun 2016, telah terjadi 1.337 kasus demam berdarah dengue (DBD) di DKI Jakarta. Wilayah dengan kasus DBD terendah adalah Jakarta Pusat dengan jumlah kasus sebanyak 108 kasus. Empat kecamatan dengan kasus tertinggi adalah Sawah Besar dengan 20 kasus. Menyusul berturut-turut Johar Baru dan Kemayoran dengan 18 kasus, dan Tanah Abang dengan 14 kasus.


1.2.      Rumusan Masalah
Program Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) rumah-rumah warga selama ini masih mengandalkan tenaga kader dan pihak Puskesmas yang jumlahnya dan waktunya sangat terbatas. Gerakan PSN tidak boleh hanya bergantung pada tenaga juru pemantau jentik (jumantik). Jika jumantik tidak bisa bekerja, warga sendiri harus menjadi jumantik. Petugas kesehatan harus tetap motivator. Jika ada satu rumah yang tidak mau melaksanakan PSN padahal rumahnya terdapat nyamuk maka PSN akan sia-sia. Satu rumah yang ada nyamuknya tsb akan menggigit warga lainnya dan DBD akan kembali menyebar.
Pelibatan ibu kader PKK sebagai juru pemantau jentik sangat berperan strategis dalam menurunkan kasus kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) melalui perilaku PSN di lingkungan tempat tinggalnya. Indikator Angka Bebas Jentik (ABJ) dalam kegiatan PSN menjadi point penting dalam penanggulangan DBD dengan memutuskan rantai penularan nyamuk, khususnya jenis Aedes Aegypti.
Berdasarkan latar belakang di atas maka diperlukan kegiatan untuk meningkatkan pengetahuan tentang DBD, pengendalian DBD, dan pemantauan jentik. Jika pengetahuan warga meningkat maka diharapkan mengendalikan kejadian DBD di lingkungannya.

1.3.      Tujuan Penelitian
Melakukan penyuluhan pada warga daerah Kemayoran tentang jumantik mandiri sebagai upaya meningkatkan angka bebas jentik.

1.4.      Manfaat Penelitian
Meningkatkan pengetahuan warga tentang DBD, pengendalian DBD, dan pemantauan jentik. Jika pengetahuan warga meningkat maka diharapkan mengendalikan kejadian DBD di lingkungannya.






BAB II
KAJIAN TEORI

2.1.       Pengertian Pengabdian Masyarakat
Pengabdian kepada masyarakat merupakan pelaksanaan pengamalan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni budaya langsung pada masyarakat secara kelembagaan melalui metodologi ilmiah sebagai penyebaran Tri Dharma Perguruan Tinggi serta tanggung jawab yang luhur dalam usaha mengembangkan kemampuan masyarakat, sehingga dapat mempercepat laju pertumbuhan tercapainya tujuan pembangunan nasional.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dapat diartikan sebagai pengamalan IPTEKS yang dilakukan oleh perguruan tinggi secara melembaga (di luar kampus yang tidak terjangkau oleh program pendidikan formal) yang membutuhkannya dalam bentuk pendidikan, pengembangan wilayah, kaji tindak (action research) maupun kuliah kerja
nyata (DP3M DIKTI, 2002). Agar kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Universitas YARSI memiliki kekhasan, maka orientasinya harus sesuai dengan visi-misi Universitas YARSI. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat hendaknya memprioritaskan pada kebutuhan masyarakat luas khususnya masyarakat yang kurang berdaya dan tertinggal.

2.2.       Tujuan Pengabdian Masyarakat
Tujuan pengabdian kepada masyarakat adalah sebagai berikut:
  1. Bertambahnya kecepatan proses peningkatan kemampuan sumber daya manusia sesuai dengan laju pertumbuhan pembangunan.
  2. Bertambahnya kecepatan upaya pengembangan masyarakat ke arah terbinanya masyarakat yang harmonis serta dinamis yang siap menempuh perubahan-perubahan menuju perbaikan dan kemajuan sesuai dengan nilai-nilai sosial budaya dan norma-norma dalam kehidupan masyarakat berkembang dalam kehidupan masyarakat yang berlaku.
  3. Bertambahnya kecepatan usaha pembinaan institusi dan profesi masyarakat sesuai dengan laju pertumbuhan proses modernisasi dalam kehidupan masyarakat itu sendiri.
  4. Untuk memperoleh umpan balik dan masukan bagi fakultas dalam rangka meningkatkan relevansi pendidikan, diperlukan adanya ahli-ahli yang memiliki kemampuan secara interdisipliner dan multidisipliner.

2.3.       Faktor dan Siklus Demam Berdarah Dengue
Banyak faktor yang berkaitan dengan terjadinya suatu penyakit, baik secara langsung maupun tidak langsung. Sutherst (2004) mengatakan bahwa faktor penyebab penyakit dari perspektif epidemiologi sangat dipengaruhi oleh tiga faktor, yaitu agent, host dan environment yang saling berinteraksi satu sama lainnya. Ketiga faktor tersebut juga saling berkontribusi terhadap kejadian DBD yang merupakan salah satu penyakit yang disebabkan oleh vektor (vector-borne diseases).
Siklus kejadian demam berdarah dengue melibatkan 3 komponen yaitu: keberadaan virus, nyamuk Aedes dan penderita demam berdarah dengue secara bersamaan. Hal inilah yang mempengaruhi dinamika penularan demam berdarah dengue di suatu wilayah. Dinamika penularan demam berdarah dengue adalah pola penularan DBD di satuan wilayah epidemiologi atau ekologi yang dipengaruhi oleh adanya penderita sebagai sumber penular dan faktor risiko penularan, seperti vektor, perilaku penduduk, lingkungan, dan pelayanan kesehatan (Sunaryo, 2006).
Achmadi (2013) menjelaskan alur atau dinamika penularan demam berdarah dengue melalui teori simpul. Virus dengue sebagai sumber penyakit (agen) berada dalam tubuh penderita demam berdarah dengue atau dalam tubuh nyamuk Aedes aegypti (simpul 1). Saat nyamuk Aedes aegypti menghisap darah penderita, maka virus berpindah ke tubuh nyamuk (simpul 2) yang kemudian menyebarkannya ke manusia-manusia lain. Keberadaan nyamuk dalam populasi yang besar menngindikasikan lingkungan memiliki daya dukung terhadap kelangsungan siklus hidup nyamuk, seperti tersedianya banyak tempat perindukan berupa genangan air/tempat penampungan air, tersedianya nutrisi bagi nyamuk, baik berupa nektar untuk nyamuk jantan, maupun darah bagi nyamuk betina, serta tersedianya tempat istirahat nyamuk dewasa. Suhu dan kelembaban juga berperan penting karena nyamuk sangat sensitif terhadap lingkungan fisik terutama suhu.

Perpindahan virus terjadi melalui nyamuk saat adanya kegiatan dan kebiasaan masyarakat setempat (simpul 3). Kegiatan bepergian dan berkumpul antar warga seperti berdagang, bekerja, bersekolah, dan lain-lain, adalah kesempatan nyamuk mendapatkan banyak darah sebagai nutrisi sekaligus memindahkan virus dari darah penderita ke manusia yang sehat. Penularan pada radius sempit seperti tingkat RT juga didukung kebiasaan dan perilaku dirumah seperti membiarkan jentik dan tempat perindukan dan kebiasaan membersihkan rumah dan sampah yang kurang. Selain itu pengetahuan tentang penyakit demam dengue terutama cara penularan dan pencegahannya menjadi faktor yang ikut mendukung perilaku penghuni rumah.
Berdasarkan hal-hal tersebut, maka dalam suatu komunitas akan ada yang akhirnya tertular, dan ada juga yang tidak (simpul 4). Faktor lingkungan lain seperti iklim, infrastruktur, pelayanan kesehatan, program pencegahan penularan oleh Kementerian Kesehatan, adalah faktor yang ikut berperan dalam penularan demam berdarah dengue (simpul 5). Alur penularan demam berdarah dengue digambarkan seperti dalam gambar 1 berikut ini.





Secara epidemiologis, persebaran DBD hampir mencapai seluruh wilayah di Indonesia sehingga pemerintah melalui Departemen Kesehatan RI (2004) telah menetapkan berbagai kebijakan dan program sebagai upaya promotif, preventif dan kuratif untuk mengendalikan kejadian DBD ini, diantaranya melalui PSN 3M, pemeriksaan jentik berkala, larvasida, fogging focus, pengobatan, dan sebagainya.


  

BAB III
METODE PENELITIAN


3.1. Sasaran
Jumlah sasaran sebanyak 28 ibu rumah tangga di keluarahan Serdang, Kemayoran.

3.2   Target
Setelah penyuluhan diharapkan pengetahuan peserta penyuluhan meningkat
di atas 70%.

3.3.  Pelaksanaan Kegiatan
        Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan selama lima bulan yaitu bulan
          Nop 2017 – Maret 2018.

3.4. Metode Yang Digunakan
Digunakan beberapa metode pelaksanaan untuk mencapai target kegiatan, yaitu:
a.      Penyusunan bahan presentasi dan metode penyuluhan
Bahan presentasi akan disusun dengan menyesuaikan sasarannya. Selain itu metode penyuluhan juga akan disusun agar materi mudah diserap oleh peserta penyuluhan.
b.    Sosialisasi dan advokasi
Sosialisasi dan advokasi rencana kegiatan dilakukan kepada stakeholder terkait di daerah Kemayoran.
c.    Penyuluhan
Penyuluhan dilakukan kepada ibu rumah tangga yang menjadi sasaran kegiatan. Untuk menilai keberhasilan penyuluhan dilakukan pre dan post tes terhadap peserta penyuluhan.
d.    Monev kegiatan
Monitoring evaluasi dilakukan dari tahap awal kegiatan sampai dengan tahap akhir kegiatan.

UNIVERSITAS YARSI


Universitas YARSI merupakan perguruan tinggi Islam swasta yang berada di Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Kampus Universitas YARSI bertingkat 12 lantai dan berada di pusat kota Jakarta.






 Sejarah Universitas YARSI
YAYASAN YARSI didirikan untuk memenuhi persyaratan pendirian sebuah perguruan tinggi, sebagaimana diamanatkan oleh UU no. 22 tahun 1961 tentang Perguruan Tinggi. Ide pendirian FAKULTAS KEDOKTERAN dicetuskan oleh empat dosen Fakultas Kedokteran UNIVERSITAS INDONESIA oleh: Dr. H. Ali Akbar, dosen I. Faal; Prof. Dr. Asri Rasad, MSc, PhD; Drs. Med. Maksum Saleh Nasution, dosen Anatomi, dan Prof. Dr. Jurnalis Uddin, dosen Anatomi. Keempat pionir itulah pada tahun 1965 mulai berbincang-bincang tentang kemungkinan mendirikan sebuah fakultas kedokteran yang dikelola oleh lembaga Islam. Waktu itu memang sudah ada di Jakarta Fakultas kedokteran dibawah payung UNIVERSITAS IBNU KHALDUN, dimana keempat pendiri juga membantu sebagai dosen tidak tetap. Namun sayang sekali sekolah tsb tidak kelola secara profesional.
Pada tanggal 15 April 1967 Yayasan YARSI resmi mendirikan Perguruan Tinggi Kedokteran YARSI. Sesuai dengan tuntutan UU no. 22 tahun 1961, nama tsb kemudian pada tahun 1969 diubah menjadi SEKOLAH TINGGI KEDOKTERAN YARSI. Dengan dibukanya 3 fakultas lain pada tahun 1989: Hukum, Ekonomi dan Teknologi Informasi, maka berubah lagi namanya menjadi UNIVERSITAS YARSI.
Visi
"Mewujudkan perguruan Tinggi Islam yang terpandang, berwibawa, bermutu tinggi dan mampu bersaing dalam fora nasional maupun  Internasional dan termasuk dalam kelompok 500 perguruan tinggi terbaik dunia di akhir tahun 2020"
Misi
  1. Mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni, melalui pendidikan, pengajaran dan pembelajaran yang unggul dan bermutu tinggi sesuai Islam
  2. Mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni, melalui pengkajian, penelitian dan publikasi yang unggul dan bermutu tinggi sesuai Islam
  3. Mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni, yang dapat menjawab masalah dan tantangan masyarakat dunia yang unggul dan bermutu tinggi sesuai Islam
  4. Mengembangkan sumberdaya manusia dan tata kelola yang dapat menjawab persoalan yang timbul di masyarakat serta memberi arah perubahan dalam rangka membangun masyarakat dunia, khususnya masyarakat Indonesia yang adil, makmur, merata dan beradab sesuai Islam
  




BAB IV
PEMBAHASAN

4.1.   Penyusunan bahan presentasi dan metode penyuluhan
Bahan presentasi disusun menyesuaikan sasaran kegiatan penyuluhan yaitu Ibu Rumah Tangga. Lebih banyak materi disampaikan dalam bentuk gambar. Selain itu metode penyuluhan juga akan disusun agar materi mudah diserap oleh peserta penyuluhan.
Materi penyuluhan meliputi: gejala-gejala DBD, penularan DBD, siklus hidup nyamuk Aedes aegypti, Ciri nyamuk Aedes, Perilaku menghisap darah nyamuk Aedes, 3M plus, abate, gerakan 1 rumah 1 jumantik: program Kemenkes RI, diagram alur pemantauan jentik dan formulir, jumantik dan tugasnya, cara pemantauan jentik, habitat perkembangbiakan buatan, habitat perkembanganbiakan alamiah, dan motto: bersama kita pasti bisa.
Kegiatan penyuluhan diselingi dengan ice breaking untuk menyegarkan suasana penyuluhan sehingga peserta diharapkan tidak jenuh dan kembali focus mendengarkan materi yang disampaikan.

4.2. Sosialisasi dan Advokasi
Sosialisasi dan advokasi dilaksanakan pada tanggal 12 Januari 2018 di kantor Kelurahan Serdang, Kecamatan Kemayoran. Pertemuan dihadiri oleh Lurah Serdang (Riska Handayani) dan pembina Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Ibu Henny Maryati. Lurah Serdang menyambut baik rencana kegiatan pengmas dari Fakultas Kedokteran Universitas YARSI. Apalagi ada kasus DBD sampai dengan pertengahan januari sudah ada dua kasus di Serdang. Lurah Serdang berharap masyarakat dapat menjadi jumantik mandiri dan tidak hanya mengandalkan kerja kader jumantik. Disepakati pelaksanaan penyuluhan pada hari Rabu, 17 Januari 2018 di Sekretariat RPTRA RW 1 kelurahan Serdang.





4.3. Penyuluhan
Penyuluhan dilakukan di sekretariat RPTRA Serdang yang diikuti oleh 28 peserta ibu rumah Tangga dari RW 1 sebanyak 14 orang dan RW 2 sebanyak 14 orang. Untuk menilai keberhasilan penyuluhan dilakukan pre dan post tes terhadap peserta penyuluhan.



  

4.4. Monev kegiatan
          Kendala selama kegiatan adalah jam mulai penyuluhan mundur dikarenakan peserta dari RW 2 hadirnya terlambat. Saran yang bisa diberikan untuk kegiatan serupa jika akan diadakan lagi adalah materi yang nilai pre dan post test masih dibawah 70% perlu dievaluasi materinya, soal pre post test dan cara menyampaikan materinya.





BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

5.1.  Kesimpulan
1.  Kegiatan Pengabdian Masyarakat merupakan implementasi dari kegiatan bisnis organisasi, dalam hal ini Universitas YARSI sebagai salah satu perguruan tinggi yang mewujudkan Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan melaksanakan kegiatan Pengabdian Masyarakat “Meningkatkan Pengetahuan Warga Tentang Jumantik Mandiri Di Daerah Kemayoran, Jakarta Pusat”
2.      Makalah ini merupakan salah satu bagian dari Etika Bisnis dengan teori yang di ambil dari jurnal Wayne Norman (2013) “Business Ethics”
3.      WISDOM nya adalah :
-    Memberikan keyakinan bahwa berbisnis adalah profesi mulia, layaknya profesi mulia lainnya yang dapat memberikan kontribusi kekayaan harta, kekayaan jiwa, kebahagiaan hati dan menjadi ladang amal kebaikan.
-  Paradigma baru dalam bekerja dan berbisnis yang mencakup pandangan menyeluruh tentang makna bisnis dan arti manusia di dalamnya, diantaranya bisnis selain untuk meraih pendapatan dan mem-perkaya harta, dapat menjadi ladang amal kebaikan, menemukan kebahagiaan dan memperkaya jiwa.
-     Menciptakan inovasi teknologi untuk mendorong pembangunan ekonomi Indonesia dengan melakukan komersialisasi hasil penelitian.
-       Memberikan solusi berdasarkan kajian akademik atas kebutuhan, tantangan, atau persoalan yang dihadapi masyarakat, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Ø   Kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui Hibah Internal telah dapat dilaksanakan dengan baik serta mendapat respon positif dari mitra. Kegiatan ini ditujukan untuk meningkatkan pengetahuan warga tentang Jumantik mandiri di daerah Kamyoran dan dapat berperannya kader jumantik Kemayoran sebagai pendamping warga dalam kegiatan lanjutan setelah penyuluhan.


5.2. Saran
1.    Kegiatan pengabdian seperti ini dapat dilakukan secara rutin baik di lokasi yang sama maupun di lokasi yang berbeda dengan sasaran masyarakat yang benar-benar membutuhkan pelayanan kesehatan terutama mengenai Demam Berdarah Dengue (DBD)
2.    Karena kurangnya jumlah kader jumantik di Kemayoran dan tingginya angka DBD sehingga dengan adanya jumantik mandiri untuk tiap keluarga akan dapat meningkatkan Angka Bebas Jentik (ABJ) yang pada akhirnya akan menurunkan kasus DBD.
3.    Sarannya adalah ibu-ibu kader jumantik Kemayoran dapat lebih berkontribusi sebagai pendamping jumantik keluarga setelah dilakukan penyuluhan.













DAFTAR PUSTAKA

Achmadi, Umar Fahmi. (2013). Kesehatan Masyarakat Teori dan Aplikasi. Depok : PT. Rajagrafindo Persada
Depkes RI. (2003). Pencegahan dan penanggulangan penyakit demam dengue dan demam berdarah dengue. (Editor: Suroso, T. Dkk). Terjemahan dari WHO Regional Publication SEARO No. 29: Prevention Control of Dengue and Dengue Haemorrhagic Fever. Jakarta: Depkes RI.
__________. (2004a). Tata laksana demam berdarah dengue di Indonesia. Jakarta: Dirjen P2MPL.
__________. (2004b). Petunjuk teknis pemberantasan sarang nyamuk demam berdarah dengue (PSNDBD) oleh juru pemantau jentik (Jumantik). Jakarta: Dirjen PP & PL.
__________. (2005b). Pencegahan dan pemberantasan demam berdarah dengue di Indonesia. Jakarta: Dirjen PP & PL.
Soegijanto, S. (2004). Demam berdarah dengue. Surabaya: Airlangga University Press.
Suhendro, dkk. (2006). Demam berdarah dengue. dalam Sudoyo A.W., dkk (editor): Buku ajar ilmu penyakit dalam. Jilid Ketiga. Edisi Keempat. Jakarta: Pusat Penerbitan Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI, pp 1731-1735.
WHO. (2009). Dengue; guidelines for diagnosis, treatment, prevention and control. New Edition, ISBN 978 92 4 154787 1. France: A joint publication of the World Health Organization (WHO) and the Special Programme for Research and Training in Tropical Diseases (TDR).
http://megapolitan.kompas.com/read/2016/02/12/16150851/Ini.Tiga.Kecamatan.dengan.Kasus.DBD.Tertinggi.di.Jakarta. Diakses tanggal 10 April 2017 jam 13.30







No comments:

Post a Comment

ORGANIZATIONAL CHANGE DI UNIVERSITAS YARSI   ELLEN ...