ORGANIZATIONAL CHANGE
DI UNIVERSITAS YARSI
ELLEN PERMATA
1726000121
SEKOLAH PASCASARJANA
PERBANAS BEKASI
2018
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Perubahan merupakan konsekuensi logis dalam
kehidupan yang terus berkembang seiring perjalanan waktu. Sumber daya manusia
berperan sebagai pemain kunci untuk keberhasilan perubahan. Oleh karena itu,
sumber daya manusia harus selalu ditingkatkan pengetahuan dan ketrampilannya
secara terus-menerus. Tanpa dinamika yang sejalan
dengan dinamika masyarakat, organisasi tidak akan survive apalagi
berkembang. Ini berarti bahwa perubahan dalam suatu organisasi merupakan
kebutuhan yang tidak dapat dihindari. Secara terus menerus organisasi harus
menyesuaikan diri dengan tuntutan dan perubahan yang terjadi di lingkungannya.
Begitu juga fenomena yang terjadi pada sebuah
lembaga ada yang memilih untuk berubah adapula yang menolak perubahan tersebut.
Dunia pendidikan menjadi salah satu topik yang selalu menarik. Terdapat alasan
untuk memberikan pengetahuan yang up to
date yaitu kebutuhan akan pendidikan pada hakikatnya penting (primer)
karena berkaitan langsung dengan kehidupan manusia dan pendidikan juga
merupakan upaya perbaikan mutu kehidupan manusia, ditandai dengan meningkatnya kesejahteraan,
menurunnya derajat kemiskinan dan membuka peluang mengaktualisasikan diri di
masa depan.
Dalam era reformasi membawa konsekuensi kepada
pengelola pendidikan untuk melihat kebutuhan kehidupan di masa depan. Maka
pengelola pendidikan harus mengambil langkah yang tepat untuk mempersiapkan
diri agar tetap bertahan, serta mempertahankan diri dengan melakukan pembenahan
total mutu pendidikan berkaitan erat dengan manajemen pendidikan.
B.
Rumusan
Masalah
- Bagaimana konsep dasar manajemen perubahan?
- Apa faktor penyebab penghambat perubahan?
- Apa urgensi manajemen dalam manajemen perubahan?
C.
Tujuan
Penelitian
Ø
Untuk mengetahui konsep dasar manajemen perubahan.
Ø
Untuk mengetahui faktor penyebab dan penghambat perubahan.
Ø
Untuk mengetahui peran pimpinan dalam menerapkan manajemen perubahan.
BAB II
KONSEP DASAR MANAJEMEN PERUBAHAN
A. Pengertian
Menurut Winardi (2005),
manajemen perubahan adalah suatu konsep perubahan yang direncanakan (Planned Change) dan perubahan yang tidak
direncanakan (Unplanned Change) yang
dilakukan individu atau kelompok dari keadaan sebelumnya menjadi keadaan
setelahnya.
Menurut Hamalik (2010), manajemen perubahan
merupakan perencanaan suatu rangkaian tindakan untuk masa yang akan datang.
Perencanaan tersebut bertujuan untuk mencapai seperangkat operasi yang
konsisten dan terkoordinasi guna memperoleh hasil-hasil yang diinginkan.
Perubahan terjadi karena tekanan terhadap
organisasi, individu, atau kelompok. Perubahan yang ingin dilakukan nantinya
akan berhadapan dengan keengganan untuk berubah (resistensi) maka perlu
dikelola dengan memperkuat driving forces
agar dapat melemahkan kelompok resisten.
B.
Tahapan
Manajemen Perubahan
Tahap-tahap manajemen perubahan pada umumnya ada
tiga, yaitu:
1. Unfreezing, yaitu menyadarkan seluruh warga dalam lembaga
bahwa perubahan tertentu perlu dilakukan.
2. Changing, yaitu melakukan perubahan/menerapkan sesuatu yang
baru. Terdapat beberapa cara dalam pengimplementasian proses perubahan yaitu
disiplin diri, kerjasama tim, pemanfaatan teknologi, orientasi pada tindakan.
3. Refreezing, yaitu menstabilkan/menyeimbangkan situasi setelah
perubahan dilaksanakan.
C.
Tujuan
Manajemen Perubahan
1. Untuk mempertahankan
keberlangsungan hidup suatu organisasi.
2. Untuk menyesuaikan diri dengan
perubahan yang terjadi di lingkungan eksternal (perubahan pasar, peraturan,
hukum, kebijakan pemerintah, teknologi, dll).
3. Untuk memperbaiki efektivitas suatu
organisasi agar dapat bersaing di pasar ekonomi modern, meliputi perbaikan
kinerja, sistem dan struktur organisasi, dan implementasi strategi.
D.
Penyebab
Kegagalan
1. Sebagian besar orang menganggap
perubahan sebagai tujuan bukan sebagai sebuah proses yang memerlukan
perencanaan, persiapan, manajemen dan perhatian yang konsisten.
2. Kurangnya informasi kepada pihak
pihak terkait.
3. Tidak memberikan dukungan seperti
pelatihan dan ketrampilan yang diperlukan dan memungkinkan karyawan mampu
beradaptasi dan menyesuaikan diri atas perubahan organisasi.
4. Perasaan takut terhadap hal yang
tidak diketahui.
5. Terlalu nyaman dengan budaya kerja
yang selama ini telah dijalankan.
BAB III
PEMBAHASAN
A.
Profil
Universitas YARSI
Universitas YARSI ialah
perguruan tinggi Islam swasta yang berada di Cempaka Putih, Jakarta Pusat.
Kampus Universitas YARSI bertingkat 12 lantai dan berada di pusat kota Jakarta.
Saat ini telah dibangun Rumah Sakit Gigi dan Mulut YARSI dan Rumah Sakit YARSI.
Visi
"Mewujudkan perguruan
Tinggi Islam yang terpandang, berwibawa, bermutu tinggi dan mampu bersaing
dalam fora nasional maupun Internasional
dan termasuk dalam kelompok 500 perguruan tinggi terbaik dunia di akhir tahun
2020"
Misi
1.
Mengembangkan ilmu pengetahuan,
teknologi, dan seni, melalui pendidikan, pengajaran dan pembelajaran yang
unggul dan bermutu tinggi sesuai Islam.
2.
Mengembangkan ilmu pengetahuan,
teknologi dan seni, melalui pengkajian, penelitian dan publikasi yang unggul
dan bermutu tinggi sesuai Islam.
3.
Mengembangkan ilmu pengetahuan,
teknologi, dan seni, yang dapat menjawab masalah dan tantangan masyarakat dunia
yang unggul dan bermutu tinggi sesuai Islam.
4.
Mengembangkan sumberdaya
manusia dan tata kelola yang dapat menjawab persoalan yang timbul di masyarakat
serta memberi arah perubahan dalam rangka membangun masyarakat dunia, khususnya
masyarakat Indonesia yang adil, makmur, merata dan beradab sesuai Islam.
Universitas YARSI memiliki 5 Fakultas Universitas YARSI
memiliki lima fakultas dan sembilan program studi serta dua program pasca
sarjana. Kesemuanya telah terakreditasi BAN-PT.
B.
Manajemen
Perubahan Dalam Lembaga Pendidikan
Perubahan dalam lembaga pendidikan biasanya berupa
perubahan kebijakan lembaga, prosedur dan kegiatan yang dibangun untuk
memperbaiki pengetahuan, kemampuan dan perilaku anggota lembaga baik guru, staf
dan yang lainnya sehingga dapat memperbaiki efektifitas dan efesiensi individu
atau lembaga.
Ada lima jenis perubahan yang biasanya ada dalam lembaga pendidikan ,
yaitu:
a) Manajemen perubahan dengan fokus
pada perubahan misi pendidikan.
b) Manajemen perubahan dengan fokus perubahan
pada strategi pencapaian tujuan.
c) Manajemen perubahan dengan fokus
perubahan pada struktur dan tata cara pelaksanaan.
d) Manajemen perubahan dengan fokus
perubahan pada penguatan teknologi pendidikan.
e) Manajemen perubahan dengan fokus
pada perubahan mindset dan perilaku pada orang yang ada dalam system
pendidikan.
BAB
IV
PENUTUP
Kesimpulan
Dari penjelasan di atas dapat ditarik kesimpulan
bahwa:
1. Agar bisa efektif mengelola
perubahan, diperlukan kemampuan untuk menciptakan keterpaduan antara anggota organisasi,
sumber daya, gagasan, peluang, dan tuntutan-tuntutan. Visi penting, dan
kreatifitas bahkan lebih penting. Namun, kemampuan menyusun rencana sistematis
untuk penyediaan logistik sumber daya, dukungan, pelatihan, dan SDM, merupakan
inti semua program perubahan.
2. Anggota mesti dibujuk dan
dipengaruhi, lintas batas antar bagian diseberangi atau bahkan ‘dihapus’,
gagasan-gagasan baru mesti diterima, cara kerja baru mesti diadopsi, dan
standar baru kinerja dan kualitas mesti dicapai. Dukungan mesti dimobilisasi,
koalisi dibangun serta didukung, oposisi harus diidentifikasikan dan dirangkul.
Amggota perlu dukungan agar mampu mengatasi stres, kecemasan dan ketidakpastian
selama proses perubahan. Namun demikian, kontinyuitas dan tradisi memberi
stabilitas, support, dan makna bagi anggota dan tidak perlu dihancurkan begitu
saja tanpa pertimbangan.
DAFTAR PUSTAKA
Hamalik Oemar.
2010. Manajemen Pengembangan Kurikulum. Bandung : PT. Remaja
Rosdakarya Offset.
Purnomo, S. H
& Zulkieflimansyah. 2005. Manajemen Strategi. Indonesia: Fakultas
EkonomiUniversitas Indonesia.
Winardi. 2005.
Manajemen Perubahan. Jakarta: Pranada Media
Zuhairini,
dkk. 2011. Sejarah Pendidikan Islam. Jakarta: Bumi Aksar

No comments:
Post a Comment