Saturday, February 16, 2019




ORGANIZATIONAL CHANGE
DI UNIVERSITAS YARSI


 











ELLEN PERMATA
1726000121

SEKOLAH PASCASARJANA
PERBANAS BEKASI
2018







BAB I
PENDAHULUAN


A.     Latar Belakang
Perubahan merupakan konsekuensi logis dalam kehidupan yang terus berkembang seiring perjalanan waktu. Sumber daya manusia berperan sebagai pemain kunci untuk keberhasilan perubahan. Oleh karena itu, sumber daya manusia harus selalu ditingkatkan pengetahuan dan ketrampilannya secara terus-menerus. Tanpa dinamika yang sejalan dengan dinamika masyarakat, organisasi tidak akan survive apalagi berkembang. Ini berarti bahwa perubahan dalam suatu organisasi merupakan kebutuhan yang tidak dapat dihindari. Secara terus menerus organisasi harus menyesuaikan diri dengan tuntutan dan perubahan yang terjadi di lingkungannya.
Begitu juga fenomena yang terjadi pada sebuah lembaga ada yang memilih untuk berubah adapula yang menolak perubahan tersebut. Dunia pendidikan menjadi salah satu topik yang selalu menarik. Terdapat alasan untuk memberikan pengetahuan yang up to date yaitu kebutuhan akan pendidikan pada hakikatnya penting (primer) karena berkaitan langsung dengan kehidupan manusia dan pendidikan juga merupakan upaya perbaikan mutu kehidupan manusia, ditandai dengan meningkatnya kesejahteraan, menurunnya derajat kemiskinan dan membuka peluang mengaktualisasikan diri di masa depan.
Dalam era reformasi membawa konsekuensi kepada pengelola pendidikan untuk melihat kebutuhan kehidupan di masa depan. Maka pengelola pendidikan harus mengambil langkah yang tepat untuk mempersiapkan diri agar tetap bertahan, serta mempertahankan diri dengan melakukan pembenahan total mutu pendidikan berkaitan erat dengan manajemen pendidikan.







B.     Rumusan Masalah
  1. Bagaimana konsep dasar manajemen perubahan?
  2. Apa faktor penyebab penghambat perubahan?
  3. Apa urgensi manajemen dalam manajemen perubahan?

C.     Tujuan Penelitian
Ø  Untuk mengetahui konsep dasar manajemen perubahan.
Ø  Untuk mengetahui faktor penyebab dan penghambat perubahan.
Ø  Untuk mengetahui peran pimpinan dalam menerapkan manajemen perubahan.






















BAB II
KONSEP DASAR MANAJEMEN PERUBAHAN

A.     Pengertian
Menurut Winardi (2005), manajemen perubahan adalah suatu konsep perubahan yang direncanakan (Planned Change) dan perubahan yang tidak direncanakan (Unplanned Change) yang dilakukan individu atau kelompok dari keadaan sebelumnya menjadi keadaan setelahnya.
Menurut Hamalik (2010), manajemen perubahan merupakan perencanaan suatu rangkaian tindakan untuk masa yang akan datang. Perencanaan tersebut bertujuan untuk mencapai seperangkat operasi yang konsisten dan terkoordinasi guna memperoleh hasil-hasil yang diinginkan.
Perubahan terjadi karena tekanan terhadap organisasi, individu, atau kelompok. Perubahan yang ingin dilakukan nantinya akan berhadapan dengan keengganan untuk berubah (resistensi) maka perlu dikelola dengan memperkuat driving forces agar dapat melemahkan kelompok resisten.

B.     Tahapan Manajemen Perubahan
Tahap-tahap manajemen perubahan pada umumnya ada tiga, yaitu:
1.    Unfreezing, yaitu menyadarkan seluruh warga dalam lembaga bahwa perubahan tertentu perlu dilakukan.
2.    Changing, yaitu melakukan perubahan/menerapkan sesuatu yang baru. Terdapat beberapa cara dalam pengimplementasian proses perubahan yaitu disiplin diri, kerjasama tim, pemanfaatan teknologi, orientasi pada tindakan.
3.    Refreezing, yaitu menstabilkan/menyeimbangkan situasi setelah perubahan dilaksanakan.






C.     Tujuan Manajemen Perubahan
1.    Untuk mempertahankan keberlangsungan hidup suatu organisasi.
2.    Untuk menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi di lingkungan eksternal (perubahan pasar, peraturan, hukum, kebijakan pemerintah, teknologi, dll).
3.    Untuk memperbaiki efektivitas suatu organisasi agar dapat bersaing di pasar ekonomi modern, meliputi perbaikan kinerja, sistem dan struktur organisasi, dan implementasi strategi.

D.     Penyebab Kegagalan
1.    Sebagian besar orang menganggap perubahan sebagai tujuan bukan sebagai sebuah proses yang memerlukan perencanaan, persiapan, manajemen dan perhatian yang konsisten.
2.    Kurangnya informasi kepada pihak pihak terkait.
3.    Tidak memberikan dukungan seperti pelatihan dan ketrampilan yang diperlukan dan memungkinkan karyawan mampu beradaptasi dan menyesuaikan diri atas perubahan organisasi.
4.    Perasaan takut terhadap hal yang tidak diketahui.
5.    Terlalu nyaman dengan budaya kerja yang selama ini telah dijalankan.

















BAB III
PEMBAHASAN

A.     Profil Universitas YARSI
Universitas YARSI ialah perguruan tinggi Islam swasta yang berada di Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Kampus Universitas YARSI bertingkat 12 lantai dan berada di pusat kota Jakarta. Saat ini telah dibangun Rumah Sakit Gigi dan Mulut YARSI dan Rumah Sakit YARSI.
Visi
"Mewujudkan perguruan Tinggi Islam yang terpandang, berwibawa, bermutu tinggi dan mampu bersaing dalam fora nasional maupun  Internasional dan termasuk dalam kelompok 500 perguruan tinggi terbaik dunia di akhir tahun 2020"
Misi
1.   Mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni, melalui pendidikan, pengajaran dan pembelajaran yang unggul dan bermutu tinggi sesuai Islam.
2.   Mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni, melalui pengkajian, penelitian dan publikasi yang unggul dan bermutu tinggi sesuai Islam.
3.   Mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni, yang dapat menjawab masalah dan tantangan masyarakat dunia yang unggul dan bermutu tinggi sesuai Islam.
4.   Mengembangkan sumberdaya manusia dan tata kelola yang dapat menjawab persoalan yang timbul di masyarakat serta memberi arah perubahan dalam rangka membangun masyarakat dunia, khususnya masyarakat Indonesia yang adil, makmur, merata dan beradab sesuai Islam.








Universitas YARSI memiliki 5 Fakultas Universitas YARSI memiliki lima fakultas dan sembilan program studi serta dua program pasca sarjana. Kesemuanya telah terakreditasi BAN-PT.











B.     Manajemen Perubahan Dalam Lembaga Pendidikan
Perubahan dalam lembaga pendidikan biasanya berupa perubahan kebijakan lembaga, prosedur dan kegiatan yang dibangun untuk memperbaiki pengetahuan, kemampuan dan perilaku anggota lembaga baik guru, staf dan yang lainnya sehingga dapat memperbaiki efektifitas dan efesiensi individu atau lembaga.
Ada lima jenis perubahan yang biasanya ada dalam lembaga pendidikan , yaitu:
a)    Manajemen perubahan dengan fokus pada perubahan misi pendidikan.
b)    Manajemen perubahan dengan fokus perubahan pada strategi pencapaian tujuan.
c)     Manajemen perubahan dengan fokus perubahan pada struktur dan tata cara pelaksanaan.
d)    Manajemen perubahan dengan fokus perubahan pada penguatan teknologi pendidikan.
e)    Manajemen perubahan dengan fokus pada perubahan mindset dan perilaku pada orang yang ada dalam system pendidikan.


BAB IV
PENUTUP

Kesimpulan
Dari penjelasan di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa:
1.    Agar bisa efektif mengelola perubahan, diperlukan kemampuan untuk menciptakan keterpaduan antara anggota organisasi, sumber daya, gagasan, peluang, dan tuntutan-tuntutan. Visi penting, dan kreatifitas bahkan lebih penting. Namun, kemampuan menyusun rencana sistematis untuk penyediaan logistik sumber daya, dukungan, pelatihan, dan SDM, merupakan inti semua program perubahan.
2.    Anggota mesti dibujuk dan dipengaruhi, lintas batas antar bagian diseberangi atau bahkan ‘dihapus’, gagasan-gagasan baru mesti diterima, cara kerja baru mesti diadopsi, dan standar baru kinerja dan kualitas mesti dicapai. Dukungan mesti dimobilisasi, koalisi dibangun serta didukung, oposisi harus diidentifikasikan dan dirangkul. Amggota perlu dukungan agar mampu mengatasi stres, kecemasan dan ketidakpastian selama proses perubahan. Namun demikian, kontinyuitas dan tradisi memberi stabilitas, support, dan makna bagi anggota dan tidak perlu dihancurkan begitu saja tanpa pertimbangan.













DAFTAR PUSTAKA

Hamalik Oemar. 2010. Manajemen Pengembangan Kurikulum. Bandung : PT. Remaja Rosdakarya Offset.          
Purnomo, S. H & Zulkieflimansyah. 2005. Manajemen Strategi. Indonesia: Fakultas EkonomiUniversitas Indonesia.
Winardi. 2005. Manajemen Perubahan. Jakarta: Pranada Media
Zuhairini, dkk. 2011. Sejarah Pendidikan Islam. Jakarta: Bumi Aksar





No comments:

Post a Comment

ORGANIZATIONAL CHANGE DI UNIVERSITAS YARSI   ELLEN ...